Postingan

Before Trilogy Movies

Gambar
I found a very touching movie.  Before Sunrise - Before Sunset - Before Midnight. Film yang rilis 9 tahun sekali, seperti proyek hidup sang Sutradara. Ofc, my comfort genre: Drama, Romantic, Comedy . Karya sutradara Richard Linklater. Diperankan oleh Ethan Hawke sebagai Jesse dan Julie Delpy sebagai CΓ©line. Film ini diperankan oleh dua orang yang sama. Sejak tahun 1995 ( Before Sunrise ), tahun 2004 ( Before Sunset ) dan 2013 ( Before Midnight ). Ada yang sangat menyukai Before Sunrise , tapi tidak sedikit juga yang suka dengan Before Sunset . Secara garis besar, saya memahami bahwa film ini berbicara mengenai waktu yang terbatas, dan alur serta plot ceritanya adalah sebuah kota dan dialog dua arah antara kedua pemain utama. Trilogi ini menggambarkan perkembangan hubungan dua orang yang berdasar pada percakapan atau sering disebut Conversational Cinema . Akhirnya giliran saya untuk menonton trilogi film ini. Tentu saya mulai dengan Before Sunrise . Tulisan ini mengandung spoil...

Kenapa Bulan?πŸŒ•πŸŒ™πŸŒ—πŸŒ’πŸŒ

Tahun 2019 menjadi bulan Desember pertama jauh dari "rumah". Merayakan ulang tahun ke-24 dalam sepi dan juga berbagai pergumulan hebat saat itu. Berbagai macam pergumulan batin, relasi, pelayanan-pekerjaan, dan jarak yang jauh.  Saat itu, enam bulan pertama saya melayani sepenuh waktu di gereja. Tempat saya tinggal berada di lantai dua gedung serbaguna gereja. Kamarnya nyaman, pakai AC, kamar mandi dalam, dan aman. Hanya saja, kesepian hebat menemani saya sejak Desember 2019 itu. Saya berada di tempat TUHAN membentuk saya. Pelayanan yang padat menguras mental untuk menyiapkan berbagai macam materi untuk melayani jemaat-Nya. Di sisi lain, saya merasakan bahagia. Saya bersukacita bisa melayani TUHAN dan disambut dengan respons yang baik dari jemaat. Hanya saja, ternyata realitas yang ada mengenai kesepian itu tidak bisa saya hindari. Ketidakhadiran orang tua, kedua adik, dan sahabat-sahabat terdekat rupanya menyerang saya dengan begitu hebat. Tahun 2021–2022 menjadi puncak keka...

Di Rumah Tua, Bersama Mama dan Hujan🌧️✨🩡

Berdua dengan Mama di rumah tua ini. Memandangi laptop, seraya menuliskan beberapa kalimat untuk diingat suatu saat nanti. Membaca tafsiran kitab Roma mempersiapkan diri untuk mengajarkan firman kepada beberapa anak remaja pada hari Minggu mendatang. Bersama Mama di rumah, duduk di samping jendela, melihat hujan deras turun membasahi tanah yang kering dan panas. Mataku tertuju pada jendela di ujung pintu; di luar, ayam dan bebek tampak berteduh dari derasnya hujan. Melihat Mama yang tepat duduk di depan sambil menonton beberapa video singkat di laman Facebook-nya. Tak lupa, kami meneguk air kelapa murni yang begitu segar — memenuhi kembali ion tubuh dan menambah hangatnya sore yang teduh. Hidup ternyata bisa sesederhana ini — melihat pepohonan basah, hewan-hewan mencari tempat perlindungan dan dua manusia, ibu dan anak perempuan pertamanya, menikmati waktu sendiri-sendiri, namun tetap bersama. Semua ini terjadi tepat setelah kami makan siang dengan nikmat di meja makan bundar di ru...

Sore: Istri dari Masa Depan (Bagian 2)

Gambar
Film yang maknanya berlapis-lapis. Ibarat bawang dengan layers yg bisa terus didiskusikan. Syukurnya ini bukan series dan gak perlu sekuel cukup satu ini aja dan banyak yang bisa dibedah. Sore adalah kita dan Jonathan juga adalah kita. Kita adalah Sore. Orang yang takut untuk hidup dalam penyesalan. Berusaha untuk mengontrol, mengatur dan melakukan apa saja untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Sore berusaha berbagai macam cara agar dia tidak merasa sedih, kecewa, marah dan berduka. Ia menghindari sakit yang akan terjadi dalam hidupnya, itulah mengapa ia memilih time travelling . Namun, yang terjadi justru sang waktu marah sehingga membuat Sore menjadi tidak berdaya dan lelah. Berjuang itu harus, tetapi memaksa kehendak pada perubahan itu keliru. Sampai dia berhenti. Sore berhenti bukan karena menyerah tetapi berserah dan melepaskan. Pada saat itu lah yang terbaik terjadi. Jonathan-nya mengalami perubahan dengan sendirinya. Jonathan versi kita bisa dalam rupa mimpi atau cita-cita, di...

Sore: Istri dari Masa Depan - Karya terbaik anak bangsa tahun 2025

Gambar
Belum pernah review film sebelumnya di sini, tapi saya rasa perlu menyalurkan yang satu ini dalam tulisan supaya lega hati dan pikiran saya yang berhasil dibuat kacau setelah selesai dan lampu bioskop menyala. Banyak orang bilang film ini absolute cinema,  Tepat 18 Juli 2025 sudah delapan hari tayang dan belum ada yang berikan rating dibawah 9. Semua reviewer film menjelaskan sesuatu yang bahkan mungkin kalian gak akan terspoiler dan sulit mengerti atau memahami kalau gak nonton sendiri. Saya sudah nonton tepat satu minggu setelah film ini tayang (17 Juli kemarin). Tentu saya tidak nonton sendiri. Butuh teman untuk 'melampiaskan' kekaguman akan film ini. Hal pertama yang mau saya bilang adalah, "Indonesia keren banget! Perfilman Indonesia bisa maju dan menandingi film internasional. Gue bangga!"  Setelah saya nonton ini  side effects  yang paling terasa ada dua: (1) Saya merinding berulang kali saking terpesonanya dengan alur, plot, sinematografi, dan every little ...

Last Twenties!

Kata kebanyakan orang harus sudah ini, sudah itu, harus mencapai ini, mencapai itu. Kataku harusnya bisa ini, bisa itu. Katanya sih… katanyaa… Dalam perjalanan satu dekade sejak menginjak usia 20 tahun, sudah ada beberapa keputusan yang salah ambil, keraguan pun ikut mengiringi perjalanan ini. Entah sudah berapa banyak ekspektasi pribadi yang runtuh. Namun, terdapat juga begitu banyak kebahagiaan dan pencapaian yang keren, diluar dugaan dan sudah tercapai dengan sangat memuaskan. Banyak air mata kesedihan karena bingung menanggapi kehidupan yang tidak mudah, kesepian yang melanda, keretakan relasi dalam pertemanan yg ternyata sakit banget. Air mata karena berakhir dan retaknya percintaan, tangisan ketakutan, penyesalan dan banyak lagi air mata yang menyesakkan dada di satu dekade ini, tangisan di dalam kamar seorang diri maupun yang dibagikan kepada beberapa orang lainnya. Bersyukur juga untuk semua air mata sukacita bahkan yang diikuti dengan tarian dan lompatan sebagai ekspresi sukac...

An Intimacy

Gambar
Menikmati hadirat Allah hanya berdua dengan-Nya dapat menceritakan apapun kepada-Nya secara bebas, dengan ekspresif dan penuh antusias, adalah relasi yang dibangun bersama dengan Allah selama ini. Mampu merasakan suatu sensasi yang intim ketika saya berdiam dalam hadirat-Nya, ketika saya mampu untuk mengungkapkan dengan kata-kata yang memuja Allah, bahkan menyalurkannya lewat tulisan tangan yang diibaratkan seperti surat cinta untuk Tuhan. Buku catatan itu menuliskan apapun yang dialami bersama dengan Tuhan di sepanjang hari atau minggu yang telah berlalu. Menulis mengingatkan ragam kisah yang telah terjadi. Sebuah tulisan dalam buku itu menjadi kumpulan kisah hidup yang Allah tuliskan spesifik untuk saya. Setiap kali sukacita penuh atau kesedihan yang mendalam, menuangkan itu ke dalam tulisan kepada Tuhan membuat relasi itu terikat kuat. Tulisan mampu membuat saya mengucap syukur kepada Allah atas apa yang saya alami. Misalnya, saya menjadi lebih menghargai berkat yang Tuhan berikan, ...

The Broken Christmas ~ Natal yang Hancur

Gambar
Natal gak selalu harus meriah, Natal bisa sesederhana duduk di rumah bersama dan makan masakan yang enak buatan keluarga. Natal juga bisa tentang menemani orang sakit di tempat-tempat tidur yang untuk duduk saja mereka perlu perjuangan. Natal gak selalu identik dengan sukacita karena ada banyak juga duka, kesukaran bahkan air mata kesedihan menetes di hari-hari menjelang atau dalam masa raya Natal. Natal gak selalu harus dalam keadaan yang terlihat berlimpah dengan makanan enak atau pakaian-pakaian baru. Kenyataannya banyak juga yang merayakan Natal dalam kekurangan dan bahkan tidak memiliki apapun. Banyak juga yang merayakan natal di bawah puing-puing kehancuran secara fisik, psikis, maupun rohani. Natal tidak harus berwarna merah, hijau, emas, atau warna ceria lainnya karena ada juga yang merayakan Natal dengan warna kelabu. Natal adalah tentang kehadiran. Kehadiran Allah dalam Yesus Kristus. Itulah Natal. Broken Christmas menjadi hal yang dapat saja terjadi pada siapa pun. Natal yan...

Peace Inside, Calm Outside

Hai... Pernah nggak sih kalian kacau banget dari dalam diri, tapi orang-orang lihatnya kalian baik-baik saja? Orang-orang menilai bahwa kita baik-baik saja, terlihat independen dan menyenangkan selalu.  Hufh... padahal nggak gitu hehehe... pergumulan mah ada aja, selalu bahkan. Mungkin hanya orang-orang terdekat yang akan tahu betapa kusut dan rumitnya hati dan pikiran kita. I don't know how to explain that. Seperti beberapa hari ini, rasanya rumit banget hati dan pikiran. Seperti ada tabrakan dan kekacauan kota. Banyak banget yang harus dikerjakan, dipikirkan, overwhelm banget, tapi saya bersyukur dalam segala keadaan Tuhan selalu bersama saya. Meskipun kadang kekacauan itu buat saya berat banget untuk sekadar duduk dan berdoa. Haha malah tidur atau scroll medsos tapi pikiran nggak ke apa yang saya lihat. But I am glad to proclaim that Jesus always has a way to drag me close to Him . Baca renungan di handphone , baca Alkitab, dengar pujian penyembahan, dan baca buku roha...

Keletihan Elia, Kekuatan ku

Gambar
Aku mengalami keletihan yang luarbiasa. Mungkin orang-orang yang disekitar, melihat aku, dan mereka tidak mengira aku sedang mengalami kelemahan iman dalam mengikut Yesus. Aku tidak mundur atau kecewa mengikuti Dia. Tidak akan pernah itu terjadi.  Hanya saja, aku sedang lelah . Setiap hari bisa saja air mata mengalir karena berbagai macam bergolakan batin. Tetapi Tuhan selalu punya cara untuk menghibur dan menguatkan aku. Dia selalu punya cara. Minggu ini aku mendapatkan tema khotbah yang menjadi pedang bermata dua, menusuk jiwaku yang dahaga ini. "Bersabar & Bertekunlah" dari Yakobus 5:7-11. Sungguh berat sekali rasanya harus memberitakan Firman ini, tetapi Tuhan begitu menguatkanku. Bahkan setelah selesai khotbah di kebaktian pagi, aku merasa gagal dan merasa apa yang ku khotbah tadi sangat buruk. Aku bergumam dibalik masker, di tempat duduk, setelah turun dari mimbar. Suara penuduhan dari si jahat begitu menghantam hatiku. Kacau dan buruk banget rasanya menit-menit itu...

Kerinduan akan Tuhan

Alasan utama mengapa seorang mengalami kerusakan rohani adalah karena kurangnya disiplin. Terkadang kita berobsesi secara berlebihan untuk memanipulasi Tuhan. Manusia selalu berusaha untuk menemukan kebahagian tetapi semua itu terjadi tanpa Allah didalamnya . Bagaimana mungkin seorang manusia bisa menemukan kebahagiaan yang kekal tanpa ada Pribadi yang memiliki kebahagiaan penuh itu?  Tidak ada seorang pun yang dapat menikmati indahnya kerohanian dan kebahagiaan sejati  tanpa Tuhan di dalamnya. Allah menciptakan manusia untuk kesenangan-Nya. Ia menjadikan kita karena ingin membangun suatu relasi yang indah antara Allah dan ciptaan. Melalui hal ini Ia memberikan kebebasan bagi manusia untuk  menemukan relasi yang intim bersama-Nya. Namun kebebasan yang Allah berikan tidak serta-merta begitu saja, Allah tetap memegang kendali di dalam kebebasan tersebut. Allah membiarkan manusia melewati ruang dan waktu untuk menemukan sesuatu yang hilang dari dalam diri mereka...

Kelayakan yang tidak layak

Sudah hampir dua minggu aku berada di kota ini. Kota Metro, Lampung. Terdiam dalam perenungan, membuatku terus bertanya mengapa Sang Kuasa memilihku untuk menjadi bagian dalam pekerjaan ini. Aku merasa tidak layak. Pikiran dan hati yang duniawi masih terus mengikatku. Namun, entah mengapa Dia tetap mempercayakan hal yang tak layak untuk orang seperti aku melakukannya. Aku terus bergulat dalam batin, Apa yang dipercayakan bagiku, tidak dapat sepenuhnya aku lakukan untuk Dia, yang memilihku. Berulang kali aku gagal. Berjuta kali selalu terbayang manusia dalam hati dan benakku. Ingin rasanya kulakukan seutuhnya hanya bagi Dia. Akan tetapi, aku tahu itu tak akan pernah bisa. Aku ingin sekali melakukan semua dengan tulus hanya untuk kesenangan Hati-Nya. Akan tetapi, wajah samar-samar duniawi masih terus menghantuiku. Entah apa yang harus kuperbuat? Aku bertanya dalam sanubariku: Apakah aku masih layak untuk menjadi rekan sekerja-Nya? Terlalu banyak kedagingan yang memenuhi j...

Godspeed!

Gambar
Waktu terlalu cepat berlalu.... Sampai tak terasa kini sudah masuk hari yang ke 25, bulan yang ke-5, di tahun (yang tadinya baru) 2017. Masih separuh perjalanan sih di tahun ini, tapi banyak hal yang sudah aku lalui bersama-Nya. Tahun yang tak bisa diterka ternyata membawa sejuta cerita di lima bulan pertamanya. Sudah banyak cerita yang aku lalui, cerita yang mungkin tak pernah kuduga, cerita yang (bahkan) tak sempat aku tuliskan dalam sebuah kertas karena terlalu menakjubkan dan terlalu aku nikmati sehingga (rasanya) tak ada waktu untuk aku menulisnya. Namun, aku berharap Sang Penulis Cerita itu bisa mengizinkanku untuk terus mengingat cerita indah ini di dalam benakku, selamanya . Sehingga di beberapa waktu dan kesempatan kedepan dapat aku ceritakan kepada mereka yang perlu mendengar cerita ini.  Banyak pengalaman dan kesempatan yang Dia izinkan untuk aku alami. Sebuah kisah dan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi masa depanku. Aku bersyukur untuk ribuan, jutaan, milyaran, eh ...

I Got Peace Inside

Gambar
Perjalanan pada tanggal 11 Januari kemarin, sangat mengena dalam relung hati. Perjalanan itu saya tempuh bersama dengan seorang teman, Anjelin namanya. Perjalanan menuju (air terjun) Curug Omas Maribaya. Kami menempuh perjalanan kurang lebih 15.5km. Disepanjang jalan kami menghadapi banyak sekali rintangan. Perjalanan yang tak kunjung sampai. Jalanan yang licin dan penuh dengan kewaspadaan. Matahari yang terik, kelelahan, ingin ke WC. Perasaan yang hampir dekat tapi ternyata belum juga sampai. Takut ketemu dengan hewan-hewan aneh di hutan itu. Takut terjatuh dan banyak sekali hal membuat kami ingin saja menyerah untuk melangkah. Namun kami tidak memperdulikan semua tantangan itu, yang kami tahu, kami ingin sampai di sana, sebuah tempat indah dan kami pasti akan puas. Daannn sungguh benar adanya ketika AKHIRNYA kami melihat sebuah tiang jalanan yang bertulisan “Curug Omas Maribaya 300m” Rasanya semua kelelahan hilang :’) Begitu indah kami lihat. Kami sungguh menikmati keindah...