Kata kebanyakan orang harus sudah ini, sudah itu, harus mencapai ini, mencapai itu.
Kataku harusnya bisa ini, bisa itu.
Katanya sih… katanyaa…
Dalam perjalanan satu dekade sejak menginjak usia 20 tahun, sudah ada beberapa keputusan yang salah ambil, keraguan pun ikut mengiringi perjalanan ini. Entah sudah berapa banyak ekspektasi pribadi yang runtuh. Namun, terdapat juga begitu banyak kebahagiaan dan pencapaian yang keren, diluar dugaan dan sudah tercapai dengan sangat memuaskan.
Banyak air mata kesedihan karena bingung menanggapi kehidupan yang tidak mudah, kesepian yang melanda, keretakan relasi dalam pertemanan yg ternyata sakit banget. Air mata karena berakhir dan retaknya percintaan, tangisan ketakutan, penyesalan dan banyak lagi air mata yang menyesakkan dada di satu dekade ini, tangisan di dalam kamar seorang diri maupun yang dibagikan kepada beberapa orang lainnya. Bersyukur juga untuk semua air mata sukacita bahkan yang diikuti dengan tarian sendiri di dalam kamar, melompat sebagai ekspresi sukacita dan kegembiraan yang tak terkatakan, tertawa yang penuh dengan ekspresi seorang diri maupun bersama di sepuluh tahun terkahir ini. Tawa dan tangis sungguh menemani perjalanan ini. Ekspresi- ekspresi itu membuatku tetap waras dan dapat menari di tengah hujan.
Genap berusia 29 tahun hari ini menjadi sebuah pencapaian yang membahagiakan sekaliglus memuaskan buatku secara pribadi. Ternyata 29 tahun tidak semenakutkan yang kupikirkan. Twenty nine will be another age that I will cherish all my way. Sukacita berlimpah yang diluar ekspektasi pun diraih dengan menyenangkan. Pada akhirnya, gimana sudut pandang dan respons saja.
Hal yang membuat puas dengan segala yang kurang sampai saat ini adalah menjalani semuanya dengan pimpinan dan bersama Tuhan. Sudah dibuktikan walaupun tidak sesuai dengan kataku dan kata orang, tetapi mengikuti Tuhan itu paling memuaskan! Mungkin terdengar cliche dan agak naif, tapi realitasnya seperti itu. Rencana Tuhan memang berbeda dari rencana manusia. Sejauh langit (yg harus naik pesawat atau jet) dari bumi (daratan luas), bahkan lebih dalam dari lautan (yang gabisa diselami). Aku akan selalu percaya bahwa, itu pasti yang terbaik. Dalam satu dekade di usia 20an sungguh membuatku mengenal lebih dalam lagi siapa Tuhan dengan perspektif yang berbeda. Dia sungguh satu-satunya Pribadi yang setia mengiringi perjalanan hidupku. Tanpa Tuhan dipastikan aku collapse menjalani masa dewasa muda ini.
“Hitung saja berkatmu secara personal, tanpa komparasi dengan berkat orang lain maka kamu akan menemukan kepuasan sejati dari Sang Pemberi berkat."
"Happy Last Birthday in your 20s, Elsa! Tidak perlu dengar kata orang dan kata pikiranmu yang salah itu. Ikuti saja tuntunan Tuhan satu persatu yang menakjubkan itu. You’ll have joy and fullness.”
#29th