Postingan

The Broken Christmas ~ Natal yang Hancur

Gambar
Natal gak selalu harus meriah, Natal bisa sesederhana duduk di rumah bersama dan makan masakan yang enak buatan keluarga. Natal juga bisa tentang menemani orang sakit di tempat-tempat tidur yang untuk duduk saja mereka perlu perjuangan. Natal gak selalu identik dengan sukacita karena ada banyak juga duka, kesukaran bahkan air mata kesedihan menetes di hari-hari menjelang atau dalam masa raya Natal. Natal gak selalu harus dalam keadaan yang terlihat berlimpah dengan makanan enak atau pakaian-pakaian baru. Kenyataannya banyak juga yang merayakan Natal dalam kekurangan dan bahkan tidak memiliki apapun. Banyak juga yang merayakan natal di bawah puing-puing kehancuran secara fisik, psikis, maupun rohani. Natal tidak harus berwarna merah, hijau, emas, atau warna ceria lainnya karena ada juga yang merayakan Natal dengan warna kelabu. Natal adalah tentang kehadiran. Kehadiran Allah dalam Yesus Kristus. Itulah Natal. Broken Christmas menjadi hal yang dapat saja terjadi pada siapa pun. Natal yan...

Peace Inside, Calm Outside

Hai... Pernah nggak sih kalian kacau banget dari dalam diri, tapi orang-orang lihatnya kalian baik-baik saja? Orang-orang menilai bahwa kita baik-baik saja, terlihat independen dan menyenangkan selalu.  Hufh... padahal nggak gitu hehehe... pergumulan mah ada aja, selalu bahkan. Mungkin hanya orang-orang terdekat yang akan tahu betapa kusut dan rumitnya hati dan pikiran kita. I don't know how to explain that. Seperti beberapa hari ini, rasanya rumit banget hati dan pikiran. Seperti ada tabrakan dan kekacauan kota. Banyak banget yang harus dikerjakan, dipikirkan, overwhelm banget, tapi saya bersyukur dalam segala keadaan Tuhan selalu bersama saya. Meskipun kadang kekacauan itu buat saya berat banget untuk sekadar duduk dan berdoa. Haha malah tidur atau scroll medsos tapi pikiran nggak ke apa yang saya lihat. But I am glad to proclaim that Jesus always has a way to drag me close to Him . Baca renungan di handphone , baca Alkitab, dengar pujian penyembahan, dan baca buku roha...

Keletihan Elia, Kekuatan ku

Gambar
Aku mengalami keletihan yang luarbiasa. Mungkin orang-orang yang disekitar, melihat aku, dan mereka tidak mengira aku sedang mengalami kelemahan iman dalam mengikut Yesus. Aku tidak mundur atau kecewa mengikuti Dia. Tidak akan pernah itu terjadi.  Hanya saja, aku sedang lelah . Setiap hari bisa saja air mata mengalir karena berbagai macam bergolakan batin. Tetapi Tuhan selalu punya cara untuk menghibur dan menguatkan aku. Dia selalu punya cara. Minggu ini aku mendapatkan tema khotbah yang menjadi pedang bermata dua, menusuk jiwaku yang dahaga ini. "Bersabar & Bertekunlah" dari Yakobus 5:7-11. Sungguh berat sekali rasanya harus memberitakan Firman ini, tetapi Tuhan begitu menguatkanku. Bahkan setelah selesai khotbah di kebaktian pagi, aku merasa gagal dan merasa apa yang ku khotbah tadi sangat buruk. Aku bergumam dibalik masker, di tempat duduk, setelah turun dari mimbar. Suara penuduhan dari si jahat begitu menghantam hatiku. Kacau dan buruk banget rasanya menit-menit itu...

Kerinduan akan Tuhan

Alasan utama mengapa seorang mengalami kerusakan rohani adalah karena kurangnya disiplin. Terkadang kita berobsesi secara berlebihan untuk memanipulasi Tuhan. Manusia selalu berusaha untuk menemukan kebahagian tetapi semua itu terjadi tanpa Allah didalamnya . Bagaimana mungkin seorang manusia bisa menemukan kebahagiaan yang kekal tanpa ada Pribadi yang memiliki kebahagiaan penuh itu?  Tidak ada seorang pun yang dapat menikmati indahnya kerohanian dan kebahagiaan sejati  tanpa Tuhan di dalamnya. Allah menciptakan manusia untuk kesenangan-Nya. Ia menjadikan kita karena ingin membangun suatu relasi yang indah antara Allah dan ciptaan. Melalui hal ini Ia memberikan kebebasan bagi manusia untuk  menemukan relasi yang intim bersama-Nya. Namun kebebasan yang Allah berikan tidak serta-merta begitu saja, Allah tetap memegang kendali di dalam kebebasan tersebut. Allah membiarkan manusia melewati ruang dan waktu untuk menemukan sesuatu yang hilang dari dalam diri mereka...

Kelayakan yang tidak layak

Sudah hampir dua minggu aku berada di kota ini. Kota Metro, Lampung. Terdiam dalam perenungan, membuatku terus bertanya mengapa Sang Kuasa memilihku untuk menjadi bagian dalam pekerjaan ini. Aku merasa tidak layak. Pikiran dan hati yang duniawi masih terus mengikatku. Namun, entah mengapa Dia tetap mempercayakan hal yang tak layak untuk orang seperti aku melakukannya. Aku terus bergulat dalam batin, Apa yang dipercayakan bagiku, tidak dapat sepenuhnya aku lakukan untuk Dia, yang memilihku. Berulang kali aku gagal. Berjuta kali selalu terbayang manusia dalam hati dan benakku. Ingin rasanya kulakukan seutuhnya hanya bagi Dia. Akan tetapi, aku tahu itu tak akan pernah bisa. Aku ingin sekali melakukan semua dengan tulus hanya untuk kesenangan Hati-Nya. Akan tetapi, wajah samar-samar duniawi masih terus menghantuiku. Entah apa yang harus kuperbuat? Aku bertanya dalam sanubariku: Apakah aku masih layak untuk menjadi rekan sekerja-Nya? Terlalu banyak kedagingan yang memenuhi j...